Tungau debu rumah

Dermatophagoides pteronyssinus

Kerajaan:     Animalia
Filum:     Arthropoda
Kelas:     Arachnida
Upakelas:     Acarina
Ordo:     Acariformes
Famili:     Pyroglyphidae
Genus:     Dermatophagoides
Spesies:     D. pteronyssinus

Tungau debu rumah (terkadang secara kurang tepat disebut kutu debu rumah) (bahasa Inggris dust house mite, DHM) adalah hewan  sangat kecil yang umum dijumpai di pemukiman manusia. Dengan ukuran tubuhnya sekitar 420 µm (sekitar 0,5 mm) panjang dan 250-320 µm lebar, tungau ini memakan sisa-sisa materi organik seperti kelupasan kulit manusia yang banyak ditemui di tempat tinggal manusia. Tungau ini diketahui sebagai pemicu serangan asma dan gejala-gejala alergi di seluruh dunia. Penyebabnya adalah enzim-enzim (terutama protease) yang keluar dari perut bersama-sama kotorannya.

Dermatophagoides pteronyssinus dan D. farinae adalah dua jenis yang berbeda. Jenis ketiga adalah Euroglyphus maynei, yang juga banyak dijumpai di mana-mana.

Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Tungau_debu_rumah

Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Arachnida
Upakelas: Acarina
Ordo: Acariformes
Famili: Pyroglyphidae
Genus: Dermatophagoides
Spesies: D. pteronyssinus

Tungau

Tungau jingga Brevipalpus phoenicis, hama tanaman teh yang merusak daun.

Tungau adalah sekelompok hewan kecil bertungkai  delapan yang, bersama-sama dengan caplak, menjadi anggota superordo Acarina. Tungau bukanlah kutu  dalam pengertian ilmu hewan walaupun sama-sama berukuran kecil (sehingga beberapa orang menganggap keduanya sama). Apabila kutu sejati merupakan anggota Insecta (serangga), tungau lebih berdekatan dengan laba-laba  dilihat dari kekerabatannya.

Hewan ini merupakan salah satu avertebrata yang paling beraneka ragam dan sukses beradaptasi dengan berbagai keadaan lingkungan. Ukurannya kebanyakan sangat kecil sehingga kurang menarik perhatian hewan pemangsa besar dan mengakibatkan ia mudah menyebar.

Banyak di antara anggotanya yang hidup bebas di air atau daratan, namun ada anggotanya yang menjadi parasit pada hewan lain (mamalia maupun serangga) atau tumbuhan, bahkan ada yang memakan kapang. Beberapa tungau diketahui menjadi penyebar penyakit (vektor) dan pemicu alergi. Walaupun demikian, ada pula tungau yang hidup menumpang pada hewan lain namun saling menguntungkan. Di bidang pertanian, tungau menimbulkan banyak kerusakan pada kualitas buah jeruk (umpamanya tungau karat buah Phyllocoptura oleivera Ashmed dan tungau merah Panonychus citri McGregor), merusak daun ketela pohon dan juga daun beberapa tumbuhan Solanaceae (cabai dan tomat). Tungau juga menyebabkan penyakit skabies, penyakit pada kulit yang mudah menular.

Ada lebih dari 45 ribu jenis tungau yang telah dipertelaka. Para ilmuwan berpendapat, itu baru sekitar 5% dari kenyataan total jenis yang ada. Hewan ini dipercaya telah ada sejak sekitar 400 juta tahun. Ilmu yang mempelajari perikehidupan tungau dan caplak dikenal sebagai akarologi.

Taksonomi tungau masih belum stabil karena banyaknya perubahan. Namun dapat dikatakan bahwa tungau mencakup semua anggota Acariformes, semua Parasitiformes kecuali Ixodida (caplak), dan beberapa familia dan genera yang belum pasti penempatannya.

Galeri gambar

Tungau karat
Aceria anthocoptes

Tungau jingga
Brevipalpus phoenicis
, hama daun teh
Tungau kuning
Lorryia formosa
Tungau kuning
Lorryia formosa
Tungau tumbuhan tengah berkerumun untuk berbia
Tungau beludru
Referensi :
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.